no plagiarism . no copying . no cheating . no hacking . no destroying . no damaging . baddly is NOT here .
Showing posts with label School Times. Show all posts
Showing posts with label School Times. Show all posts

Friday, March 4, 2011

The Difference of Now and Formerly

Good night everyone!

Aku mau sharing sesuatu yang cukup menakjubkan. Terkadang pemikiran seperti ini terlintas di benakku. Mari kita jalan-jalan sebentar ke sudut pandangku terhadap teman-temanku dan orang-orang tua yang sukses.

Pertama sekali yang ingin saya ucapkan dan saya tanyakan adalah, untuk apa kita sekolah? Nah, kadang-kadang pertanyaan seperti ini terbesit ketika melihat teman-temanku sibuk menyontek di sana-sini saat ujian. Sebenarnya, menurut penelitian saya, murid-murid pada jaman sekarang ini tidak bersekolah karena kemauan diri sendiri.

Baiklah, agar lebih jelas, akan saya uraikan satu persatu. Dulu, saat Indonesia masih belum berkembang, beberapa tokoh pria menjalani pendidikan yang sangat susah didapatkan dan kemudian memperjuangkan segala sesuatu itu agar bisa di dapatkan oleh semua masyarakat di Indonesia. Ketika kaum pria sudah mulai mengikuti kegiatan belajar mengajar tanpa satupun murid perempuan, seorang tokoh yang dikenang dan diperingati setiap tanggal 21 April, Ibu Kartini memperjuangkan masalah pendidikan yang tidak bisa didapatkan oleh kaum hawa yang akhirnya, tanpa melihat gender, pendidikan-pendidikan dasar dan lanjut dapat diraih oleh setiap masyarakat.

Sekarang, apa permasalahannya? Tidak perlu ditanyakan lagi, karena saya pikir kalian bisa menyimpulkan sendiri bagaimana perbedaan murid jaman dahulu yang penuh perjuangan dan kerja keras dengan murid jaman sekarang yang hanya bisa duduk tenang di depan TV atau komputer sedangkan keesokan harinya tugas dan ulangan sudah menumpuk. Kira-kira, apa yang dikerjakan seorang anak jaman sekarang? Ia tidak perlu bersusah payah belajar, karena yang dibutuhkannya hanyalah nilai yang tinggi.

Sebenarnya, kenapa tokoh-tokoh Indonesia memperjuangkan hidupnya agar masyarakat Indonesia dapat menelan berbagai pelajaran dan pendidikan? Karena mereka ingin semua masyarakat Indonesia memiliki ilmu yang cukup agar tidak bisa dibodohi oleh para penjajah lagi.

Lalu, apa yang dilakukan murid jaman sekarang? Apakah mereka bersekolah karena kemauan dan keinginan mereka sendiri? Bukan, melainkan karena perintah dan kewajiban dari orangtuanya untuk sekolah. Apakah mereka mendapat ilmu? Tidak. Karena mereka pikir mendapat nilai tinggi akan lebih dihargai dibanding mendapat ilmu walaupun seember kecilpun. Padahal, mereka termasuk orang-orang yang beruntung. Mereka mendapat biaya, fasilitas yang menunjang, dan teknologi yang semakin hari semakin laju perkembangannya. Tapi, dibanding orang-orang jaman dahulu, orang-orang jaman sekarang KALAH sukses diberbagai bidang. Kenapa? Karena orang-orang jaman dulu menimba ilmu karena kemauan mereka sendiri, dengan susah payah mereka mencari biaya untuk biaya perbulan, dan mereka tau ILMU sangatlah berharga. Mereka tau betapa susahnya mendapatkan ilmu pada masa itu.

Saya tidak tau mau menulis apalagi, bahkan saya belum menulis contoh dari kegiatan sehari-hari murid jaman dulu dengan murid jaman sekarang. Tetapi, saya rasa kalian para pembaca semua sudah bisa menyimpulkan apa yang ingin saya katakan kepada Anda semua.

Jadi, marilah kita merenungi diri kita. Apakah kita memiliki kesadaran untuk menimba ilmu? Atau keinginan untuk sekedar mendapat nilai tinggi?

Well guys, think it on your mind. Be yourself. And dig the knowledge as much as you can.


- A.A.M.R

Thursday, January 27, 2011

Keep Silent, Pals!

Okay, good evening my beloved friends!

"Tong kosong nyaring bunyinya."
Ada yang tau peribahasa di atas? Pastinya dari kalian duduk di bangku SD udah tau dong. Nah, aku baru mengerti dan mendalami peribahasa yang udah gak asing lagi di telinga kita.

So, aku punya berjuta-juta pengalaman di masalah ini. Tapi masalahnya aku nggak perhatiin. Yakin deh, kalo kalian nyadar sama peribahasa yang satu ini, pasti kalian ngerti maksudku dan perilaku orang-orang di sekitarmu. Gini, aku punya banyak teman yang kukira 'lebih' pinter dari aku, okay? Dan, kupikir emang begitu. Waktu Try Out pertama, mereka banyak yang masuk ke kelas 9.1 maupun 9.2 di mana orang-orang yang nilainya tertinggi masuk kelas itu (dan aku ada di antara mereka). I realized it, aku sadar kok kalo mereka emang pinter. And do you know how I know it? Pertama sih, karena mereka itu aktif jawab pertanyaan guru. Aktif nanya-nanya, aktif diskusi, aktif juga ributnya. Kadang-kadang pusing juga denger mereka debat.

Tapi, nggak terbesit di pikiranku tentang peribahasa yang udah aku singgung di awal postingan ini. Orang pinter itu nggak banyak omong. Nggak cerewet. Mereka lebih memilih diam dibanding sok pinter, sok banyak omong, sampai berakting sok stress gara-gara nggak masuk kelas 9.1. Bukannya mau sombong, tapi setelah aku pikir-pikir, mereka emang nggak pantes kok masuk 9.1. For seriously, jika kalian punya pemikiran akan hal ini, pasti bisa langsung bedain mana 'orang pinter yang rajin belajar' sama 'orang yang pinter ngomong dan nyontek.'

Pas Try Out kedua, nilai-nilai anak 9.1 banyak yang anjlok. Aku yang kupikir bakal nurun dari peringkat 49 malah naik jadi peringkat 21. Dan, sekali lagi aku tekankan bahwa nggak ada skill nyontek di sini. Maaf aja, harga diriku turun dong sebagai siswi SMP terfavorit dan tertua di Batam. Tapi, murid 9.1 yang kerjanya nyontek, langsung turun ranking-nya. Juga orang-orang yang banyak omong, kayaknya pinter banget gitu. Mereka terlalu memaksakan diri, mencari perhatian guru-guru agar dianggap pintar. Maaf aja bagi yang merasa, tapi faktanya begitu. Kalo guru nyuruh kita nanya, sebisa mungkin kita keluarkan semua rasa penasaran kita. Tapi, bagi orang-orang yang memang murni pintar, mereka jarang sekali sok menjawab atau bertanya kepada guru. Mereka hanya mengatakan hal-hal yang disuruh guru dan memang ditujukan ke mereka sendiri, bukan karena rasa inisiatif mereka.

Jadi, kesimpulan saya selama ini adalah, kita dapat menilai dengan sangat mudahnya, membedakan mana orang-orang yang pintar murni, dan orang-orang yang 'pintar' bicara. Sebaiknya, kurangilah berbicara dan perbanyaklah action. Seperti kata pepatah,


"Talk less, do more!" :)

- A.A.M.R

Saturday, January 22, 2011

Hopeless?

Nite guys.
This nite i wanna tell you something about my big-rock-super experience today. You know, I had no feelings about this. With unhopeful wondering, let's start it!

In this day, I knew that the teachers will announce the result of our tryout. I thought that i'll get a bad score cause this time, this tryout is harder than i think. I was thinking about my math and english score, i didn't think about science yet. I worried bout my english.

I think I'll enter the third class or something, but really i'll very happy if i can enter the first class. But, i HATE someone if they talking about my succesful. And they did. I HATE IT!

Okay, let's begin this fucking story. My guardian class entered my classroom and then she sat on her chair. Then, slowly she began to open her files that she brought it when she entered our class, I feel panicky that time. Almost dead when she announced it to the whole students in class. Then she started speak, slowly, from the first rank until the last one. I was listening for it carefully. But until fourth rank, I stopped listening, and my eyes became huge. Okay, I was very HAPPY to hear that. You know, I've done success with my tryout and get the fourth rank. And proudly I say that I'M VERY HAPPY cause I get the best english score in my class, EIGHT! And i was disappointed with that score because, I knew my fault, and they was very easily for me to answer. But, with my uncareful step to finished my tryout, I'm really FOOLISH because i was wrong to answer the easier. ;(

The next is math. I thought the math was the easiest ever! But, again I disappointed with the score, even it be the highest score between the others--mine. And it's eight point five! :(

And the last, with proudly I say that I get the twenty first rank for the whole third grade students! BUT, I dislike someone who's said, "Yeah, you must know that yourself is blablabla," or something like, "Look! The one of first class students!" Hell, I HATE someone whos said that, including Sora. He was said it to me in the phone, via SMS. What the..? I want to be someone whos low profile, but really it's so HARD!

Well, maybe this day is full with angryness. Or maybe happiness? Or something else? I don't know, either you. :D

Okay, that's all my super-hard rock experience! Get your day, pals!

- A.A.M.R

Tuesday, January 18, 2011

All About The Second!

Good day, everyone!

Well guys, today is the second tryout. I did my tryout unsuccessful. Let's read my experience today below..

Well, today is english tryout. And then, yesterday Ma'am Yuli told us that the exam is not too difficult. The tryout from school is more difficult than this one. In this time, the tryout is for kepri province. So, the tryout made from the province government. You know what? When I started to answer the question, i think the government made the text for answer the question with difficult words that we seldom read or hear it. It use a words that we try hard to know the means of the text. But it sometimes. Another questions is easier than the school's exam. I think easily to answer it.

When the tryout over, I went to my classroom to have my lunch. We discussed the english tryout. Some of my friends told me that the tryout was very difficult. But some of them didn't think so. I did too. I felt it just some of the questions.

And then we started to study. Ma'am Yuli, the english teacher entered my class with soo many papers in her hand. It was the tryout! "We'll discuss the tryout," then she said.

First time we won't discuss it because we afraid we'll get a bad score. But some of my classmates want to discuss it. So, I thought we'd better discuss it to know where was our fault actually. We had done to answer the quetion a half. And i still wrong 2 numbers. But when we had done it all, actually i was wrong in 8 numbers. I was very dissapointed. But really, my smarter friends got many wrong numbers they answered. So i'm so grateful to God that He still want to gimme the best in english lessons. I hope so.

So that's all about today.
Oh right, i didn't tell you where's my tryout room. I do my tryout in X room, or in the 9.4 room. My exam number is 02-003-200. I sit in the bottom and behindest chair on that room. It was an awful place to get my full of concentrate. There was so many mosquitoes and dust.

Well then, have a nice day guys! :)

- A.A.M.R

Friday, January 14, 2011

Sistem Pendidikan Indonesia

Siang semua, kembali ke postingan saya yang kedua dalam hari ini, di mana saya memikirkan nilai-nilai saya nanti untuk melanjutkan ke jenjang yang lebih tinggi, dan yang sangat saya harapkan untuk diterima di sekolah favorit di kota tercinta, SMANSA Batam.

Hari ini, tiba-tiba saja beberapa waktu yang lalu terbesit di benak saya untuk menyampaikan pendapat penting saya yang harus dua kali dipikirkan oleh para pemerintah yang mengatur jalannya sistem pendidikan di Indonesia.

Sejenak terpikir oleh saya, dan pemikiran ini memang benar-benar harus dibaca, karena menurut saya sangat masuk di akal. Bagaimana? Sudah masuk? (ngasih tau aja belum --")

Begini, para pembaca sekalian--yang saya harapkan kalian membacanya sampai tuntas--bahwa sistem pendidikan di sekolah-sekolah yang ada di Indonesia cukup aneh. Aneh dalam artian kita lulus sekolah hanya mendapat satu kali kesempatan. Maksud saya, apakah kalian tidak merasa dirugikan karena sekolah selama bertahun-tahun, dan KALAU kalian tidak mencapai kriteria kelulusan dalam Ujian Nasional yang diadakan sekali--tanpa ujian ulangan--oleh pemerintah pusat, kalian harus mengulang lagi sampai lulus? Pastinya hal tersebut sangat merugikan. Dan begitulah yang terjadi.

Untuk Ujian Nasional tahun ini--2011--jenjang SMP, seperti yang sudah diketahui banyak pelajar bahwa nilai rapor bidang studi dari semester 1 sampai semester 5 telah menjadi pertimbangan juga untuk lulus dari SMP, ini merupakan awal dari perubahan besar yang diharapkan oleh para pelajar.

Dulu, di pertengahan tahun 2010, saat saya sedang sering-seringnya chatting dengan abang sepupu saya yang ada di Yogyakarta, yang baru memasuki semester pertama di Universitas Gajah Mada tepatnya di jurusan Peternakan, pernah mengatakan sesuatu yang sangat menempel di pikiran saya sampai sekarang.

"Yah, sebenernya sistem pendidikan di Indonesia ini udah ngaco. Kalau cuma diambil nilai UN aja, belum tentu mereka itu pinter, karena kemungkinan besar mereka dapet bocoran entah dari mana. Kalau mau yang efektif, satu-satunya cara cuma lihat nilai kesehariannya di sekolahnya, bukan nilai UN nya. Biasanya ada juga orang yang pinter tu grogi pas menghadapi UN, jadi nilainya merosot, walaupun dia itu pinter. Jadi, intinya sistem pendidikan di Indonesia ini udah salah besar."

Saya sangat menyetujui apa yang telah dikatakan oleh abang saya, yang mungkin namanya tidak perlu disebutkan. Dan saya sangat berharap--benar-benar berharap--dengan perubahan cara penilaian kelulusan dan peniadaan ujian ulangan di tahun ini, akan makin membaik di tahun-tahun berikutnya. Dengan begitu, kita semua bisa lulus dengan menatap hasil jerih payah kita selama 6 tahun di bangku SD, serta 3 tahun di bangku SMP dan SMA. Karena, kita semua hampir menjadi lupa dengan kemampuan kita sendiri dikarenakan terlalu sering bekerja sama atau mendapat contekan selama ulangan maupun ujian.

Lagipula, buat apa nilai tinggi-tinggi itu nanti? Mungkin penting bagi yang bercita-cita sebagai guru, profesor, dan profesi yang masih menyangkut beberapa pelajaran selama sekolah. Tapi, kalau berumah tangga nanti, murd-murid perempuan akan tumbuh menjadi seorang ibu rumah tangga, yang sibuk memasak, mencuci, menyapu, mengepel, menyetrika dan kegiatan-kegiatan lainnya yang anak-anak jaman sekarang hampir tak bisa melakukannya. Dan murid-murid laki-laki akan tumbuh menjadi seorang ayah yang berkewajiban mencari nafkah, serta mengatur seluruh perkembangan rumah tangganya agar tidak menuju jurang yang dalam.

Mungkin inilah pendapat terpenting saya seumur hidup yang dalam paragraf terakhir belum dapat saya lakukan secara maksimal sebagai anak perempuan. Enjoy your day, enjoy your life!

- A.A.M.R

Saturday, January 8, 2011

She Knew Herself

"Aku tidak akan mempercayai kalian semua lagi!" pekiknya di ambang pintu. Ia tampak marah sekali kepada murid-murid kelas 9. Ia langsung menuju ke arah meja mengambil beberapa bukunya yang tertinggal. Sekejap aku melihat ia menatap kami dengan kejam, kemudian ia langsung keluar kelas. Suasana ribut menjadi hening seketika.

Siang itu kami lewati dengan rasa tidak tenang. Tadinya sih tidak, tapi Arney membuat ulah dan kami semua kena getahnya. Mrs. Purplewind meninggalkan kelas sebentar untuk menyelesaikan masalahnya. Saat itu juga kami sedang kerja kelompok, membentuk sebuah paragraf--yang aku lupa tentang apa itu--dalam pelajaran Bahasa Inggris. Selama itu, Arnold--yang biasa kami panggil Arney--membuka buku nilai milik Mrs. Purplewind.

Aku sungguh tidak mengetahui hal tersebut. Aku benar-benar menyesal karena baru mengetahui saat Mrs. Purplewind berdiri di ambang pintu dengan raut muka yang tidak menyenangkan. Ternyata Arney mencoba mengubah nilainya dalam buku nilai Mrs. Purplewind. Dan sekarang dunia yang sebenarnya akan dimulai.

Sekarang Mrs. Purplewind sudah melipat tangannya di dada. Ia menatap kami semua dengan sangat tajam. Sesekali ia mengarah pada sang ketua kelas, Beebley.

"Sekarang aku tidak bisa mempercayai kalian semua lagi!" ucapnya kemudian. "Aku pikir hanya kelas kalian yang mudah diatur, di mana aku bisa melewati hari-hari yang santai tanpa perlu memarahi seseorang. Aku pikir kelas kalianlah yang paling bisa kupercaya. Sekarang, lihat ini!" bentaknya sambil menunjuk ke arah buku nilainya yang sedang ia pegang dengan erat. Keringat mengucur, tampak penyesalan dari matanya yang tidak terlindungi oleh kacamata mungilnya yang ia sisipkan di kantung baju sebelah kanannya. Matanya merah--Oh tidak, ia menangis! Sepertinya aku melihat air mata menggenang di pelupuk matanya. Tapi ia tidak memerdulikannya. Sekali lagi ia membentak kami, dan akhirnya meninggalkan kami di kelas dengan tugas menggantung.

Semua diam sampai Paulina bangkit dari tempat duduknya. Ia menatap sinis pada Arney yang duduk di sampingnya.

"Arney, berapa lama kau harus berbuat hal-hal seperti ini!?" pekiknya dengan suara melengking. Semua pun mengikuti.

"Arney, kau murid tak tahu diri!"

"Arney, kurang ajar kau!"

"Cepat kembalikan Mrs. Purplewind agar dia kembali ke kelas!"

"Hei, sebaiknya kita semua minta maaf pada Mrs. Purplewind."

Semua menoleh ke arah Samantha. "Ada apa?" tanyanya dengan tampang kebingungan.

"Ya, sebaiknya kita memang harus minta maaf," ujar Rainlee.

"Ayo, kita rame-rame minta maaf," ajak Talitha.

"Sebaiknya tidak usah," ujarku. "Kita tidak begitu mengerti pikiran Mrs. Purplewind. Kalau ia memang menginginkan maaf dari kita, ya kita beruntung. Tapi kalau dia semakin marah dan kesal karena kalian minta maaf, yaa aku tidak menanggungnya."

"Apa maksudmu, Arthur?" tanya Talitha.

"Begini, bisa saja dia tidak menerima maaf kalian karena ia merasa kalian tidak melakukan kesalahan apapun. Kalau kutebak, mungkin ia malah akan mengatakan, 'Ngapain kalian repot-repot minta maaf? Yang bersalah saja cuek dengan kesalahannya.' Bagaimana?" jawabku sambil mengangkat tangan meminta jawaban mereka.

"Iya juga," kata Paulina.

"Tapi... sebaiknya kita minta maaf aja. Namanya juga usaha," ujar Samantha meyakinkan.

"Aku ikutan dong," sahut McRand dari belakangku.

"Ayo kita minta maaf.."

Tapi sepertinya, kalau melihat sikap Mrs. Purplewind yang seperti itu, aku yakin responnya 90% seperti yang kukatakan. Aku malas meminta maaf, karena aku tak merasa bersalah sama sekali. Jadi, biarkan saja kita terbawa arus ini sampai jatuh ke dalam jurang air terjun.

Beberapa bulan kemudian, saat Mrs. Purplewind masuk ke dalam kelasku, ia mengingatkan kami tentang berbagai hal pada pelajaran Bahasa Inggris. Kemudian, ia teringat sesuatu. Kemudian ia mengatakan tentang seseorang, yaitu Samantha dan McRand yang meminta maaf padanya, bahwa ia benar-benar tidak membutuhkan permintaan maaf mereka. Ia menjelaskan kepada kami, bahwa yang bersalah saja cuek pada kesalahannya--pada saat itu ia menoleh ke arah Arney, dan berbagai macam hal seperti itu yang pernah aku katakan beberapa bulan sebelumnya pada teman-temanku.

"Seperti yang aku duga," ucapku pada Paulina.

"Ya, kali ini kau benar, Arthur."

Siang itu pun kami mulai lagi dengan canda dan tawa bersama Mrs. Purplewind--yang tentu saja, sudah memaafkan semua kesalahan yang diperbuat Arney.

(diambil dari kisah nyata. Tokoh, waktu, dan tempat diubah)


- A.A.M.R

Friday, January 7, 2011

Yesterday For Today

Konnichiwa minna-san!
Like everyday, I'll tell you about my AWESOME stories!
From yesterday 'til today. Check it out!

YESTERDAY..
is about an important events. I told them that i DISLIKE any perform bout Fashion Show or Dance. But I LIKE something that fills my life, yeah thats MUSIC, maybe a vocal group? I don't think thats hard. Band?? I LOVE IT MUCH! But, in the Arts lesson, the must important events, the way to get a better score, we MUST follow the vocal group and FASHION SHOW? Are they NUTS!?? I HATE fashion show. Something strange, and make me confused. Why? Because it's weird, walking on the red carpet, with their styles, show their "flirtatious" eyes, a "swaying movement", or something makes me "WUEEEEKSSS". Oh GOD PLEAASEEEE! I need the "click" remote one, to pass this weak moment. Another experience? Maybe i'll tell it through the stories i make. You'll see.

TODAY..
is about a tired job. We were cleaning our new class in the 9.7 room. Because the first grade room have done, the first grade student will present in normal shift like us--the second and third grade. But you know what? Before we get our new fan class--class with fan inside--like I told you on the post before, we must through the hardest way, because the owner class was disappointed--they was soo disappoint cause they must loss their fan. And.... what make me feel "wanna kick her--9.7's guardian class--ass and head" is, they need their MONEY back, because they won't use their fan again. And she was mad to our beloved guardian class, and she was mad to my classmate, and another things, the reason "why" i wanna kick her. WAAAA~ it called FURY!

Another story? Hmm.. I think i'll make my own short story, then you'll read it like you read a novels, or something like that :)

Okay, I think thats over. We'll meet in the other posts, guys! :D

- A.A.M.R

Thursday, January 6, 2011

Nothing Interesting Today

Konbanwa, everyone!


Today isn't too special. Because today i had studied, and maybe social knowledge is the most boring lesson. But the one thing i wanna tell you that one of my friend asked me a stupid question. Yeah, the others? Nothing interesting. JUST trying to keep posting bout something :)

Hey, maybe i'll tell you that my class room will change into the 9.7 room. Woow, a fan in that class! You should try to keep your smile, because the unfortunate events will come to you, like me yeah. Trust me, key? Maybe you don't get fan or AC, but maybe you'll get a car, or a big house, just keep hoping and smiling!

- A.A.M.R

Tuesday, January 4, 2011

Another Happiness, Better Gifts

Good evening, guys. How is your day? Good? How bout me? SPECTACULAR!

In this morning, i haven't got any good feels. Just wanna know how the school report work. I dislike my english score, and was frustated. I don't care about my ranking, just my english. It was a dissapointed score before Maam Yuli told that there's a mistake in our english and math score. And it happened in our class, JUST our class. You know? My score was 77 and it was the WORST score i've ever got! I never thought that i'll get that score, NEVER. I don't really care bout my math, because it was 80, i think it isn't bad at all. So, when Maam Yuli entered my class, she was staring at our eyes then she "weeeewh"ed. She opened her score book and told us that she was very sorry bout her fault. Actually, it wasn't her fault, but it WAS the scorer team. She told about their neglect and they were fixing our score. I feel soo LUCKY and thanks to GOD whos always never sleep. You must know it, from the score 77, it changed into 90! How lucky i am :) I never thought that GOD gimme this way,

"a complicated life, going to feel how painful this world, disenchanting caused stupid promise, and finally we do understand, what is the meaning of all this shit."

That's all of my journal day. In the score pages. We'll enter the different doors, guys.

Finally I finished the end of the unfortunate events novels! You know, that was the AWESOME novels i've ever read! Lemony Snicket, the author of that novels, wrote the description about somethings soo details. Until i imagine by myself, the world he created. Soo perfect, and i don't know how this story ends. A sad one? But if i say thats happy ending, maybe we can find the sad one in the chapter 13. I also LOVE Violet Baudelaire, shes a smart oldest sister, who has been create many invention. And Sunny Baudelaire, the Baudelaire last sister, shes a little girl who likes cooking or something thats not too different. I HATE Ishmael, even the evil is Olaf, but Ishmael was a resent old one, oh I can't tell you how AMAZING this story! You must read thats by yourselves! I guarantee that you like that novels, I swear!

For today, i got another interesting experience. We were playing a games, guess what? My friend, Andreas made some murder case and told us (Me and of course my awesome friends) to solve the case. I just can solve a one case, and i think i'm interest to that case. I never solve any case, I always need a help to solve it. I can't analyze about some clues like Sherlock Holmes or Shinichi Kudo. But i'm proud of myself, I can do any good things with my english skill. I told him (Andreas) to make a mystery novel, and i promised him that i will read it. He had a big brain, full of unlimited imagination and experience, with many novels around him. I really like the cases he created.

"It was simple, but when you make it with your unlimited imagination, your experience must be the perfect ever!"

- A.A.M.R

Monday, January 3, 2011

First Day, Another Experience

Okay, good night everyone! I hope ure still wanna read this. Hope so..

Okay then, i wanna tell you something 'bout today. Present in the first day at the school after holiday, was soo boring activities. But before i tell you everything, they seems boring to me. And then, when i said, "I bring my notebook!" everyone looked at me and one of them told me to play the house game again. Everythings changed. So, before i open my notebook, my guardian class told me to clean the class before we play. Okay, maybe it isn't an important thing. And then, one of my friends can't be patient, she really wanted to see hows horror is the game. We were ready to play the games until i didn't realize that many people was there--standing behind my notebook, wanna see it together.

Oh, i forget to told you that in the first day at school we weren't doing anything like studying, or something bored. I still remember how they asked me to open my notebook, and they were so happy when i took my notebook from my bag. They was so busy until i typed the name "The House 2" in the searching box at google. They already took their position to watch that horror games, after i realize there was so many people behind my back. When i've done to prepare the games, i sat in the most behind in that place, so far from my notebook, and i will not see the ghost sooo real and big.

Ah, i forgot. Maybe i should not tell this story to you. It was embarassing, the student of junior high school in third grade, playing this horror game with they creepy faces, and put their hands in their faces, ready to yelling with their biggest voices, and close their eyes when the ghost started to scare them. suddenly, with his big voices, he was coming to my class, standing between the corridor and the door. I still remember when he yelled, it scarer than the horror games we played. Mr. Killer--thats how we called him--was staring us, while we closed our eyes because we were afraid caused the ghosts. He was mad. He told that we're so selfish because we didn't want to give our cleaning set to the second grade students. Nah, you know what? We didn't know that the students wants to borrow our cleaning set. After all this shit things, we were continued our games until it has done.

One question, why i must tell this story to you? Isn't important? No? Okay, if you think so, don't read this or another post again. I just share my experience to you, and i trained my writing skill because i wanna be a novels writers (and this is the last things that i mustn't tell you).

I think thats all another of my experience today, with english? Isn't bad? Or you don't think so? Gimme critics and solutions :) Caou guys! So long and goodnight, guys! There are soo many ways, waiting us to take them in our adventure in the simple and ordinary life!

- A.A.M.R